An Essay About Asymmetric Warfare
Asymmetric warfare was originally a terminology that is new to me. I got to know this terminology about a year ago from my friend at UNHAN. Driven by curiosity, I started to look for the meaning of asymmetric warfare. I found that this kind of warfare were developed from unusual way of thinking and different from the usual rule of war, which has wide range of spectrum, and also included so many aspects (such as geography, demography, ideology, politics, cultures, etc). Asymmetric warfare always involves opposing forces which differs greatly in military power and that typically involves the use of conventional weapons and tactics to coped with the different powers.
Ryamizard Ryacudu, Indonesian Ministry of Defense, defined asymmetric warfare as a non-military war or in popular language called "smart power", as a non-conventional war that is cheap but has power to destroy much more powerful than the atomic bomb. This warfare holds range of aspects which can be used as sources of "destroyer", such as using media as a "tool". For example, there were a small group that use the internet to spread words about the LGBT, which has started to outspoken in society. They aim to create a disturbance in the region by pitting people. The news deliberately made and delivered in the way to trigger some bad reactions from society, because obviously issues relating to LGBT is controvert to the value in society. Shortly groups against LGBT appeared, consist of people who loathe LGBT, even sometimes vandalized them. Consequently, the groups who support LGBT stand up and do counter attack. In the end, commotion cannot be avoided and causing disturbance in society. It can be seen that, the object of the group that started the news was achieved without they need to intervene directly. Of course the reasoning of that small group not only due to "just because they can". They may actually planned the commotion as a distraction from the bigger problem from public concern at the moment, for instance the tax evasion case of an impotant person or money laundering in a big company. This example only a small sample of asymmetric warfare, but it can become much bigger and deadlier when terrorism or radical groups involved.
To get in depth understanding of the asymmetric warfare, we must be able to use our intelligence in unusual way. We have to be creative and holistically on looking things. We also have to pay more attention at anything that happens around us, such as the flow of informations, the contemporary trends that are famous, ongoing politics, social, cultures, demographics, etc. Any information and knowledge that we have, can be used as material and consideration for designing strategies or withstanding another strategies so it can compensate the power gap between the involved parties. We can also analyzing the current strategies to be studied under scrutinize using the informations and knowledges that we have accumulated.
As long as we are able to do things which have been described above, we should be able to understand what is asymmetric warfare in depth. Eventually, after studying this kind of warfare with everything we've got, hopefully we are capable of being experts and practitioners in the field of asymmetric warfare in order to provide recommendations, concepts and policy strategies of prevention, along with deterrence and suppression comprehensively, in order to strengthten our defense system.
I am interested to study asymmetric warfare because it is challenging and complex. We are required to think uniquely to understanding this warfare. Upon reading the description of this warfare, we can see there are many possibilities that may occur, many ways we can do, and many strategies that can be designed.
Selasa, 24 Januari 2017
Kamis, 15 Januari 2015
Ugly
Sesuatu yang
sedang kurasakan saat ini,
Dulu begitu
gampang menerjemahkannya dalam bentuk kata-kata
Menuliskannya
dengan lancar hingga merasa puas
Sekarang,
kata-kata terasa begitu sulit untuk keluar
Sulit sekali
bagiku mencurahkannya
Ah!! Ini
semua membuatku frustasi!
Kenapa aku
tak bisa lagi menulis dengan lancar seperti dulu?
Apakah aku
sudah mulai tumpul?
Aku rindu
diriku yang dulu
Egois
Terisolasi
Palsu
Benar...
diriku yang dulu sangatlah jelek
Tapi dengan
begitu aku tidak harus memiliki perasaan sebanyak ini
Aku tidak
harus memikirkan hal-hal yang “tidak penting” ini
Aku yang
dulu, meskipun sangatlah jelek, sangatlah sederhana
Tidak harus
merasakan “perasaan” yang terus berdatangan ini
Sial!!!
Saat ini
semuanya sangat gampang masuk
Dinding-dinding
kokoh yang selama ini kubangun sudah hancur
Memang, aku
sendiri yang menghancurkannya
Perlahan-lahan
dari dalam hingga akhirnya setipis kaca
Lihatlah
Bahkan
tulisanku pun tidak lagi beraturan
Terlalu
banyak hal yang harus diproses
Otak dan
hatiku mulai lelah...
Aku merindukan diriku yang dulu
Dia begitu
bahagia, meskipun kebahagiaan palsu
Setidaknya
“dia” masih memiliki dinding yang kokoh
Ah... aku
yang sekarang benar-benar “bebas”
Aku menjadi
terlalu nyaman dengan kebebasan ini
Ini gawat...
Hateful
I’m a sick person
I know that just right
I do know why it’s hard to let go
I don’t want to lose a reason to hate
I like this “hate” feeling which become my “comfort” zone
I like this “anger” that i always kept quietly
If i ever have to let go, i have to forgive
And deep down i know that i’m not a very forgiving person
Anyhow, i am a hateful person
I think....
It will be a long way before i can be a forgiving person
Selasa, 25 Desember 2012
Something
Beberapa saat ini tiba-tiba muncul sesuatu di dalam
pikiran gw. Sesuatu ini gak muncul tiba-tiba juga sih. Sepertinya sesuatu ini
memang sudah ada jauh di dalam pikiran gw. Cuma belum sempat di munculkan
saja...
Sebelumnya, saat masih sebagai seorang remaja
labil, gw memiliki impian untuk menikah muda –di usia yang masih di awal 20-an, maksimal 25 tahun– dan segera
punya anak setelahnya biar umur gw dan anak gw gak terlalu jauh nantinya. Tetapi
semakin umur gw bertambah, semakin berubah pula impian itu. Setelah gw
menginjak usia 21 tahun, buat gw gak masalah kalau nanti menikah di atas usia
25 tahun atau bahkan setelah gw menginjak kepala tiga nanti. Gw bisa manfaatin
masa lajang gw itu dengan mengumpulkan duit buat memenuhi keinginan-keinginan
gw yang belum tercapai –seperti merenovasi
rumah orang tua, membiayai orang tua gw naik haji atau umrah, jalan-jalan
keluar negeri, dsb–.
Kemudian, tiba-tiba saja saat ini, setelah menginjak
usia 22 tahun, muncul sesuatu yang berbeda dengan pemikiran gw yang terakhir.
Bagaimana kalau gw gak usah menikah aja dan menikmati kesendirian gw dengan
jalan-jalan keliling dunia, memenuhi semua hasrat terpendam gw. Tentu saja
setelah gw berhasil memenuhi keinginan gw yang paling utama sebagai seorang
anak –merenovasi rumah orang tua dan
membiayai orang tua gw naik haji atau umrah–. Hahaha... pemikiran yang jauh
sekali berbeda dengan apa yang sering gw sebut-sebut ke teman-teman terdekat
gw. Selama apapun gw merencanakan untuk menunda “kapan akan menikah”, gw tetap
merencanakan untuk menikah nantinya. Toh yang gw maksud hanya menunda kan.
Sesuatu ini benar-benar tidak masuk akal, benar
kan? Yah akan tetapi, semakin gw memikirkan sesuatu ini, hingga akhirnya muncul
bayangan bagaimana gw akan menjalaninya di masa depan, sesuatu ini mulai masuk
akal bagi gw dan tidaklah terlalu buruk menurut gw. Benar kan? Nanti gw bisa
dengan bebasnya melakukan apapun dan pergi kemanapun yang gw suka tanpa ada
yang melarang, tentu saja dengan izin dari orang tua gw. Gw rasa orang tua gw
akan memberi izin kok. Mungkin...
Hahahahahaha, sepertinya akal sehat gw sedang
bermasalah hari ini. Sekarang gw bisa mengerti kenapa teman gw tiba-tiba
mengatakan tidak ingin menikah nantinya karena di dalam pikiran gw sendiripun
pemikiran itu juga muncul. Maaf yah teman J.
Satu hal yang pasti sih, sesuatu ini sepertinya
tidak mungkin –salah! tidak akan– gw lakukan di masa depan nanti karena segila
apapun gw, gw tahu betul bahwa manusia itu gak bisa hidup sendirian, manusia
itu membutuhkan manusia lainnya, gw itu membutuhkan kehadiran orang lain di
hidup gw. Impian gw masih sama seperti yang gw pikirkan saat umur 21 tahun
lalu. Gw akan tetap menikah. Tapi tidak dalam tahun-tahun dekat ini. Masih
banyak hal yang ingin gw lakukan sendiri sebelum gw melepas masa lajang gw nantinya.
Jadi, mari kita kubur lagi pemikiran sesuatu yang tiba-tiba muncul ini yah J dan berdoa semoga dia
tidak pernah memunculkan diri lagi.
Kamis, 20 Desember 2012
Fakta
it's been a long time since my last entry, right...
not because of bustle, but because i didn't have an idea what to write.
hahahahaha, i'm such a lazy person, to be honest.
okay... okay... stop with the excuse. i will be serious now.
actually, i have something to write right now.
so, let's starting.... and back to the original language, indonesian... :3
gw nge-follow twitter @firstworldfacts dan membaca salah satu twit-nya yaitu :
Psychology claims that when someone appears in your dreams, it's because that person misses you.
hmm... jadi kalo ada seseorang yang muncul di mimpi kita berarti dia lagi kangen ama kita.
oke... biar gw cerna dulu. jadi, saat tiba-tiba "seseorang" yg sebenarnya amat-sangat-tidak-ingin gw ingat lagi tapi gak ada angin gak ada ujan nongol di mimpi gw berarti dia yang kangen sama gw kan? bukan gw yang kangen sama dia. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! MANSAE!!! *lompat kegirangan*
so... dengan adanya fakta tersebut dan fakta lain dimana gw beberapa kali mimpiin dia, gw bisa menyimpulkan bahwa TERNYATA DIA JUGA KANGEN SAMA GW!!! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..........
Minggu, 11 Maret 2012
Hanya Satu Kata yang Dapat Menggambarkannya "GOBLOK"
Okay, let me tell you something really stupid that i've ever done recently. Hmm... sebaiknya gw mulai dari mana ya? Baiklah, mulai dari sini aja...
Apakah kalian pernah naksir diam-diam sama temen kalian dan tidak ingin temen-temen kalian yang lain yang juga temen-temennya tahu jadi kalian mati-matian buat nutupinnya hingga mengkambinghitamkan temen kalian yang lain sebagai pengalih perhatian? Yah, singkatnya inilah yang terjadi sama gw baru-baru ini. Dan, mungkin karna itu gw dapat karmanya -_-
Pada bulan Januari lalu gw melaksanakan KKN selama sebulan penuh di desa (desa KKN gw Karangbungur) seperti yang biasa dilakukan mahasiswa pada umumnya. Selama KKN itu gw mendapatkan 20 orang keluarga baru dari fakultas lain (jumlah mahasiswa di dalam KKN ini 22 orang termasuk gw. Dan yang satu fakultas dengan gw cuma 1 orang, jadi gw udah kenal lama sama satu orang ini).
Jujur saja sih, awalnya biasa-biasa aja lho. Saat pertama kali kelompok KKN ngumpul juga gw gak mengharapkan bakalan ada yang gw taksir, karena kebanyakan dari mereka lebih muda setahun dari gw (gw udah lama berhenti naksir brondong, terakhir cuma sama si Daun). Nah, mulai gak biasanya setelah ngumpul pertama itu. Ada satu orang yang gw nyaman buat becanda, ngobrol, dll. Dia juga anak yang baik dan perhatian.
Banyak kejadian-kejadian kecil sama dia yang membuat gw mule suka sama dia. Awalnya gw cuma tertarik doang sama dia. Gw juga gak pernah berharap bisa suka beneran. Mulailah gw sms temen deket gw yang KKN di tempat lain. Gw curhatlah sama dia tentang cowok yang satu ini. Setiap kejadian kecil yang membuat gw seneng banget bisa kenal ni cowok pasti bakalan gw ceritain ama temen gw ini. Karena keseringan sms tentang cowok ini ke temen gw, lama-lama perasaan gw berubah dari tertarik menjadi bener-bener suka. Baru kali ini gw ngerasain suka kek gini. Suka sama temen sendiri, orang yang udah kita kenal. Biasanya gw selalu naksir sama orang yang gak pernah gw kenal sama sekali sehingga buat ngedapetin info tentang orang yang ditaksir ini lumayan sulit. Kalo yang saat ini, gampang banget ngedapetin info tentang dia. Secara selama satu bulan penuh kita selalu bareng kan. Nah, setiap kali gw mendapat info baru dari dia sendiri, pasti gw langsung sms ke temen deket gw ini. Dan sampailah kita pada satu hari yang paling menentukan ini.
Hari itu hari selasa. gw inget banget karna hari itu gw habis ngajar di SD yang jaraknya 2 km dari rumah kontrakan kami. Capeknya itu bikin tak terlupakanlah. Sehabis gw dan temen-temen KKN lainnya yang kebagian ngajar di SD tersebut balik dari ngajar, gw istirahat di beranda rumah kontrakan buat ceweknya (rumah cewek dan cowoknya misah) sambil ngedit laporan rencana kegiatan yang bakal di serahin ke DPL. Sebelum itu, gw habis ngobrol banyak sama cowok ini, dan gw mendapatkan info baru lagi *seperti biasa*. Begitu cowok ini pergi *ke warung buat nonton bola saat itu*, gw tinggal sendiri di beranda. Mulailah gw ngetik sms curhatan ke temen dekat gw. Isinya lumayan panjanglah, mpe 4 sms kalo gak salah. Lalu send!! Nah....... beberapa saat kemudian, cowok ini teriak ke gw dari warung tempat dia nonton bola tadi (warungnya di sebelah rumah kontrakan cewek, deket bangetlah) diiringi suara tawa temen-temen KKN gw yang lain yang kebetulan ada di sana.
Cowok ini : Woi Sa!! Parah, lw salah kirim sms ke gw!!! *sambil ketawa*
Temen-temen KKN gw yang lain itu tertawa makin keras setelah mendengar teriakan cowok ini. Mereka tau kalo gw salah ngirim sms yang isinya curhatan ke cowok ini. Beruntungnya mereka ga tau isinya dan tentang apa. Yang tahu isinya cuma cowok ini. Alhamdulillah ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Eh.... tunggu dulu, berarti bukan beruntung yah namanya? Bener kan?? Apa?? Kalian ga ngerti? Oke, biar gw perjelas yah. Jadi, SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI. Udah ngerti kan sekarang?? Iya.. benar sekali. SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI.
*Hmm... hanya satu kata yang dapat menggambarkan apa yang telah gw lakuin, G.O.B.L.O.K.*
Apa yang gw lakuin setelah menyadari keGOBLOKan yang telah gw lakukan baru saja adalah, gw langsung berjalan dengan cool ke kamar mandi, ngunci pintu kamar mandi, dan kemudian panik seperti orang gila. -_-
Setelah puas merasa panik, gw keluar kamar mandi lagi dan disambut oleh suara tawa temen gw yang tahu kejadian barusan. Dia udah nyeritain kejadian barusan sama anak-anak cewek yang lain yang tidak tahu. Mereka juga ikut menertawakan. Dan kemudian menenangkan gw sambil mengatakan...
"Tenang aja teh isa, 'cowok ini' anaknya gak bocor kok. Dia gak akan bilang ke *nyebut nama cowok KKN lainnya yang mereka kira dialah yang gw taksir* kok. Tenang aja... Hehehe"
"Iya... bener sa..." temen gw yg lain membenarkan.
*temen-temen KKN gw yang cewek semuanya berpikir kalo sms itu isinya tentang cowok yang tadi disebutin temen gw itu. Seperti yang gw bilang di awal, gw menjadikan satu orang temen gw sebagai kambing hitam buat pengalih perhatian dan berhasil*
Gw hanya bisa membalas mengangguk dan tersenyum sambil berteriak di dalam hati "KALO KALIAN TAHU SIAPA ORANG YANG GW SUKA SEBENARNYA PASTI BAKALAN NGERTI KENAPA GW SEPANIK INI, GILA!!!! YANG TERJADI SEBENARNYA ITU YA, SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI JUGA!!"
Apakah kalian pernah naksir diam-diam sama temen kalian dan tidak ingin temen-temen kalian yang lain yang juga temen-temennya tahu jadi kalian mati-matian buat nutupinnya hingga mengkambinghitamkan temen kalian yang lain sebagai pengalih perhatian? Yah, singkatnya inilah yang terjadi sama gw baru-baru ini. Dan, mungkin karna itu gw dapat karmanya -_-
Pada bulan Januari lalu gw melaksanakan KKN selama sebulan penuh di desa (desa KKN gw Karangbungur) seperti yang biasa dilakukan mahasiswa pada umumnya. Selama KKN itu gw mendapatkan 20 orang keluarga baru dari fakultas lain (jumlah mahasiswa di dalam KKN ini 22 orang termasuk gw. Dan yang satu fakultas dengan gw cuma 1 orang, jadi gw udah kenal lama sama satu orang ini).
Jujur saja sih, awalnya biasa-biasa aja lho. Saat pertama kali kelompok KKN ngumpul juga gw gak mengharapkan bakalan ada yang gw taksir, karena kebanyakan dari mereka lebih muda setahun dari gw (gw udah lama berhenti naksir brondong, terakhir cuma sama si Daun). Nah, mulai gak biasanya setelah ngumpul pertama itu. Ada satu orang yang gw nyaman buat becanda, ngobrol, dll. Dia juga anak yang baik dan perhatian.
Banyak kejadian-kejadian kecil sama dia yang membuat gw mule suka sama dia. Awalnya gw cuma tertarik doang sama dia. Gw juga gak pernah berharap bisa suka beneran. Mulailah gw sms temen deket gw yang KKN di tempat lain. Gw curhatlah sama dia tentang cowok yang satu ini. Setiap kejadian kecil yang membuat gw seneng banget bisa kenal ni cowok pasti bakalan gw ceritain ama temen gw ini. Karena keseringan sms tentang cowok ini ke temen gw, lama-lama perasaan gw berubah dari tertarik menjadi bener-bener suka. Baru kali ini gw ngerasain suka kek gini. Suka sama temen sendiri, orang yang udah kita kenal. Biasanya gw selalu naksir sama orang yang gak pernah gw kenal sama sekali sehingga buat ngedapetin info tentang orang yang ditaksir ini lumayan sulit. Kalo yang saat ini, gampang banget ngedapetin info tentang dia. Secara selama satu bulan penuh kita selalu bareng kan. Nah, setiap kali gw mendapat info baru dari dia sendiri, pasti gw langsung sms ke temen deket gw ini. Dan sampailah kita pada satu hari yang paling menentukan ini.
Hari itu hari selasa. gw inget banget karna hari itu gw habis ngajar di SD yang jaraknya 2 km dari rumah kontrakan kami. Capeknya itu bikin tak terlupakanlah. Sehabis gw dan temen-temen KKN lainnya yang kebagian ngajar di SD tersebut balik dari ngajar, gw istirahat di beranda rumah kontrakan buat ceweknya (rumah cewek dan cowoknya misah) sambil ngedit laporan rencana kegiatan yang bakal di serahin ke DPL. Sebelum itu, gw habis ngobrol banyak sama cowok ini, dan gw mendapatkan info baru lagi *seperti biasa*. Begitu cowok ini pergi *ke warung buat nonton bola saat itu*, gw tinggal sendiri di beranda. Mulailah gw ngetik sms curhatan ke temen dekat gw. Isinya lumayan panjanglah, mpe 4 sms kalo gak salah. Lalu send!! Nah....... beberapa saat kemudian, cowok ini teriak ke gw dari warung tempat dia nonton bola tadi (warungnya di sebelah rumah kontrakan cewek, deket bangetlah) diiringi suara tawa temen-temen KKN gw yang lain yang kebetulan ada di sana.
Cowok ini : Woi Sa!! Parah, lw salah kirim sms ke gw!!! *sambil ketawa*
Temen-temen KKN gw yang lain itu tertawa makin keras setelah mendengar teriakan cowok ini. Mereka tau kalo gw salah ngirim sms yang isinya curhatan ke cowok ini. Beruntungnya mereka ga tau isinya dan tentang apa. Yang tahu isinya cuma cowok ini. Alhamdulillah ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Eh.... tunggu dulu, berarti bukan beruntung yah namanya? Bener kan?? Apa?? Kalian ga ngerti? Oke, biar gw perjelas yah. Jadi, SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI. Udah ngerti kan sekarang?? Iya.. benar sekali. SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI.
*Hmm... hanya satu kata yang dapat menggambarkan apa yang telah gw lakuin, G.O.B.L.O.K.*
Apa yang gw lakuin setelah menyadari keGOBLOKan yang telah gw lakukan baru saja adalah, gw langsung berjalan dengan cool ke kamar mandi, ngunci pintu kamar mandi, dan kemudian panik seperti orang gila. -_-
Setelah puas merasa panik, gw keluar kamar mandi lagi dan disambut oleh suara tawa temen gw yang tahu kejadian barusan. Dia udah nyeritain kejadian barusan sama anak-anak cewek yang lain yang tidak tahu. Mereka juga ikut menertawakan. Dan kemudian menenangkan gw sambil mengatakan...
"Tenang aja teh isa, 'cowok ini' anaknya gak bocor kok. Dia gak akan bilang ke *nyebut nama cowok KKN lainnya yang mereka kira dialah yang gw taksir* kok. Tenang aja... Hehehe"
"Iya... bener sa..." temen gw yg lain membenarkan.
*temen-temen KKN gw yang cewek semuanya berpikir kalo sms itu isinya tentang cowok yang tadi disebutin temen gw itu. Seperti yang gw bilang di awal, gw menjadikan satu orang temen gw sebagai kambing hitam buat pengalih perhatian dan berhasil*
Gw hanya bisa membalas mengangguk dan tersenyum sambil berteriak di dalam hati "KALO KALIAN TAHU SIAPA ORANG YANG GW SUKA SEBENARNYA PASTI BAKALAN NGERTI KENAPA GW SEPANIK INI, GILA!!!! YANG TERJADI SEBENARNYA ITU YA, SMS CURHATAN GW TENTANG COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI TERNYATA MALAH NYASAR KE HP-NYA COWOK YANG SEDANG GW SUKA SAAT INI JUGA!!"
***
Yah... begitulah... Sekarang hubungan gw ama cowok ini biasa-biasa aja. Gw emang gak pernah mengharapkan lebih sih. Kita tetap berteman, meskipun selalu diceng-cengin sama anak-anak KKN lainnya kalo kita lagi ngumpul. Benar, anak-anak KKN lainnya akhirnya tahu siapa sebenarnya yang gw sukai di hari-hari terakhir kita KKN. Entah siapa yang membocorkan... -_-
Sabtu, 18 Februari 2012
My Squiggle
Baiklah, untuk saat ini saja, abaikan semua ilmu yang pernah kupelajari! Ada satu hal yang ingin sekali kusampaikan hari ini soalnya.
Aku selalu percaya bahwa there’s something really dark lock up deeply inside me. “Something really dark” itu terkadang dapat merembes keluar jika salah satu gembok atau bahkan lebih, yang aku gunakan to locked it up terlepas karena kelalaianku sendiri. Kelalaianku biasanya terjadi jika aku mulai merasa kesepian dan akhirnya teringat akan masa laluku sehingga pertahanan diri yang aku buat untuk tetap menjaga agar gembok-gembok tersebut tetap terkunci, melemah dan menyebabkan salah satu gembok atau lebih –jika pertahanan diriku benar-benar sangat lemah– terbuka. Yah, selain hal itu bisa juga dikarenakan aku yang terlalu letih sehingga pertahanan diriku melemah atau bisa juga karena aku membaca/menonton suatu cerita tentang “darkness” di dalam diri seseorang dengan latar belakang cerita yang cukup mirip dengan ceritaku.
Hari ini dapat dikatakan pertahananku melemah. “Something really dark” tersebut telah merembes keluar namun tidak cukup kuat untuk menguasai diriku, untungnya. Yah... penyebabnya kali ini adalah karena aku membaca komik yang ceritanya itu pretty “dark” –very “dark” actually, i think–. Sebenarnya aku sudah berusaha untuk tidak membaca komik tersebut, namun usaha tersebut dikalahkan oleh rasa penasaranku untuk mengetahui bagaimana cerita di komik tersebut. Kelalaianku... Hahahaha...
Hmm... memang, “something really dark” ini sebenarnya tidaklah baik, namun tidak buruk juga menurutku. I’m kinda like it, though.. :)
Aku pernah dikuasai olehnya sehingga membuatku terus menangis beberapa jam lamanya. Aku juga pernah dikuasai olehnya sehingga membuatku terus murung seharian. Intinya, setiap kali pertahanan diriku melemah dan aku akhirnya berhasil dikuasai, my mood at that moment becoming “very dark”.
Opps.... ada yang lupa aku sebutkan, hujan juga bisa menjadi pemicu lemahnya pertahan diriku. Yah... hujan... terdapat korelasi yang cukup tinggi antara hujan dengan emosi negatif, isn’t it?
Oke... cukup sampai di sini saja pembicaraan mengenai “something really dark”-nya. Mood-ku untuk lanjut menuliskannya tiba-tiba menghilang. See ya, then...
Aku selalu percaya bahwa there’s something really dark lock up deeply inside me. “Something really dark” itu terkadang dapat merembes keluar jika salah satu gembok atau bahkan lebih, yang aku gunakan to locked it up terlepas karena kelalaianku sendiri. Kelalaianku biasanya terjadi jika aku mulai merasa kesepian dan akhirnya teringat akan masa laluku sehingga pertahanan diri yang aku buat untuk tetap menjaga agar gembok-gembok tersebut tetap terkunci, melemah dan menyebabkan salah satu gembok atau lebih –jika pertahanan diriku benar-benar sangat lemah– terbuka. Yah, selain hal itu bisa juga dikarenakan aku yang terlalu letih sehingga pertahanan diriku melemah atau bisa juga karena aku membaca/menonton suatu cerita tentang “darkness” di dalam diri seseorang dengan latar belakang cerita yang cukup mirip dengan ceritaku.
Hari ini dapat dikatakan pertahananku melemah. “Something really dark” tersebut telah merembes keluar namun tidak cukup kuat untuk menguasai diriku, untungnya. Yah... penyebabnya kali ini adalah karena aku membaca komik yang ceritanya itu pretty “dark” –very “dark” actually, i think–. Sebenarnya aku sudah berusaha untuk tidak membaca komik tersebut, namun usaha tersebut dikalahkan oleh rasa penasaranku untuk mengetahui bagaimana cerita di komik tersebut. Kelalaianku... Hahahaha...
Hmm... memang, “something really dark” ini sebenarnya tidaklah baik, namun tidak buruk juga menurutku. I’m kinda like it, though.. :)
Aku pernah dikuasai olehnya sehingga membuatku terus menangis beberapa jam lamanya. Aku juga pernah dikuasai olehnya sehingga membuatku terus murung seharian. Intinya, setiap kali pertahanan diriku melemah dan aku akhirnya berhasil dikuasai, my mood at that moment becoming “very dark”.
Opps.... ada yang lupa aku sebutkan, hujan juga bisa menjadi pemicu lemahnya pertahan diriku. Yah... hujan... terdapat korelasi yang cukup tinggi antara hujan dengan emosi negatif, isn’t it?
Oke... cukup sampai di sini saja pembicaraan mengenai “something really dark”-nya. Mood-ku untuk lanjut menuliskannya tiba-tiba menghilang. See ya, then...
Senin, 06 Februari 2012
Sebuah Kisah Klasik

Awalnya,
Kita asing satu sama lain
Tidak saling mengenal
Masih memasang dinding pertahanan
Waktu terus berlalu,
Keasingan itu mulai memudar
Dinding itu... mulai menipis dan retak
Kita mulai saling mengenal, mulai saling menyayangi
Waktu semakin jauh berlalu,
Keasingan itu benar-benar menghilang
Kita saling menyayangi... mengasihi... dan sesekali bertengkar...
Kita adalah keluarga, keluarga baru
Waktu terus jauh berlalu,
Hitungan mundur perpisahan semakin dekat
Kita bersedih... menangis
Seolah di masa depan tak kan bertemu lagi
Hari ini,
Kita saling bergandengan tangan
Saling menguatkan
Menghadapi perpisahan yang tak terelakkan ini
Hari ini,
Kita berpelukan erat
Saling menenangkan
Perpisahan ini tak kan menghancurkan keluarga baru ini
Hari ini,
Kita semua bernyanyi... bersenandung
Menetapkan di hati
Kisah ini adalah sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa lagi keluarga baru
Rindukan dan banggakanlah momen ini
Saat-saat kita tertawa
Saat-saat kita bertengkar
Saat-saat kita menangis bersama...
-Karangbungur, 31 Januari 2012-
Minggu, 18 September 2011
Pertanyaanku
Ada banyak note tentang pertanyaan yang di tag kepada saya. Hampir semuanya bertanya tentang masalah Tuhan dan agama. Saya jadi ikut bertanya-tanya...
1. Siapakah Tuhan itu sebenarnya?
2. Kenapa banyak orang, termasuk saya, bisa begitu mencintai-Nya padahal kami tidak pernah bertemu secara langsung dengan-Nya di dunia ini?
Kemudian, ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang memang sudah lama muncul di pikiran saya...
3. Kenapa kita memilih untuk hidup sementara terdapat pilihan lain yaitu mati?
4. Pernahkah muncul di pikiran kalian keinginan untuk melarikan diri dari hidup ini? Rencana apakah yang kalian susun untuk melarikan diri dari hidup itu? Jika tidak pernah, kenapa?
5. Jadi, apa makna hidup itu?
1. Siapakah Tuhan itu sebenarnya?
2. Kenapa banyak orang, termasuk saya, bisa begitu mencintai-Nya padahal kami tidak pernah bertemu secara langsung dengan-Nya di dunia ini?
Kemudian, ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang memang sudah lama muncul di pikiran saya...
3. Kenapa kita memilih untuk hidup sementara terdapat pilihan lain yaitu mati?
4. Pernahkah muncul di pikiran kalian keinginan untuk melarikan diri dari hidup ini? Rencana apakah yang kalian susun untuk melarikan diri dari hidup itu? Jika tidak pernah, kenapa?
5. Jadi, apa makna hidup itu?
Minggu, 17 Juli 2011
Kisahku
Sudah empat kali aku jatuh cinta. Namun tidak satupun dari keempat kisah cintaku itu yang berakhir bahagia. Semuanya selalu berakhir dengan tangis.
Kisah cinta yang pertama, aku agak beruntung menurutku dibandingkan kisah cinta yang lainnya. Kami sampai pada tahap pacaran. Namun setelah 6 bulan, dia minta putus dengan alasan yang tidak bisa aku ingat sampai sekarang saking tidak jelasnya alasan tersebut. Aku menangis semalaman setelah peristiwa itu di kamarku. Aku baru bisa melupakannya 3 tahun kemudian setelah, akhirnya, memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya. Selama kami pacaran, jujur saja, aku tidak pernah mengatakan bahwa aku menyukainya. Mungkin hal ini yang menyebabkan kami putus? Dan mungkin juga hal ini yang menyebabkan aku tidak bisa melupakannya sampai dengan 3 tahun lamanya.
Kisah cinta yang kedua, kami hanya sampai pada tahap berteman. Selama masa berteman itu dia selalu memberikan lampu hijau kepadaku hingga akhirnya aku pun berharap dan siap menyatakan cinta. Namun belum sempat aku menyatakan cinta, teman dekatku yang satu kelas dengannya datang kepadaku membawa kabar bahwa dia telah jadian dengan gadis lain yang juga satu kelas dengannya. Aku kaget sekali mendengarnya. Padahal baru dua hari yang lalu dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak rela kalau aku dekat dengan temannya jadi tidak mungkin dia menjodohkan aku dengan temannya itu. Sekali lagi kisah cintaku berakhir. Aku menangis patah hati di kelas selama pelajaran berlangsung.
Kisah cinta ketiga, kali ini aku lebih aktif. Aku memberanikan diri untuk mencari tahu segala hal tentangnya, mengejarnya, dan akhirnya membuat rencana untuk menyatakan cinta kepadanya di hari ulang tahunnya. Akan tetapi, di hari ulang tahunnya itu dia kabur karena tahu akan rencanaku. Hari-hari berikutnya pun dia terus menghindariku setiap kali kami berpapasan. Berakhir lagi tanpa aku sempat menyatakan perasaanku. Kisah cintaku yang ini tidak terlalu menyedihkan menurutku, meskipun selama aku berusaha menarik perhatiannya itu aku sering sekali menangis karenanya. Akhirnya begitu lulus SMA dan kuliah aku malah bisa berteman dengannya dan sering mengobrol dengannya.
Kisah cinta keempat, yang baru-baru ini terjadi (bukan baru-baru juga sih, udah 3 tahunan jugalah kira-kira). Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya di hari pertama aku kuliah semester satu. Setelah mengetahui siapa dia, aku sadar bahwa hal ini adalah sebuah kesalahan untukku karena dia adalah senior yang sangat populer di kampus. Akan sangat sulit sekali menggapainya. Tapi syukurlah, di semester dua aku dekat dengan seorang teman yang juga dekat dengannya. Kumanfaatkan. Aku minta dikenalkan dengannya. Namun, sekali lagi, sayang sekali. Baru saja aku menemukan harapan baru, aku mendapatkan kabar lagi dari teman dekatku yang lain bahwa dia baru saja jadian dengan gadis lain. Sekali lagi aku menangis semalaman, patah hati untuk yang keempat kalinya. Teman dekatku yang juga dekat dengannya itu tahu bahwa aku menangis karena hal itu, dia kemudian marah-marah kepada cowok yang aku sukai itu karena telah membuat aku menangis. Karena hal ini dia jadi penasaran kepadaku. Tentu saja dia tidak tahu orang yang menangis itu aku karena temanku itu tidak memberitahu namaku kepadanya. Dia terus-menerus menanyakan “siapa orang yang menangis itu?” kepada temanku. Akan tetapi temanku tidak mau memberitahunya karena aku yang menyuruhnya demikian. Hingga akhirnya, karena hasutan temanku itu dan teman dekatku yang lain tadi, aku memberanikan diri mengirimkan sebuah puisi kepadanya. Puisi cinta tentang dirinya. Aku tidak mengharapkan apa-apa dari puisi itu. Aku hanya ingin dia tahu akulah “orangnya”. Esoknya, setelah aku mengirimkan puisi itu, kami bertemu di kampus. Sebenarnya aku sangat tidak mengharapkan hal ini terjadi karena aku merasa tidak punya muka untuk bertemu dengannya. Selama di kampus dia terus saja bolak-balik ke lobi, tempat aku dan teman-temanku itu duduk, dan terus melihatku. Mungkin dia sangat penasaran denganku, tapi hal itu benar-benar membuat jantungku tidak kuat. Akhirnya dia tahu, begitu pikirku di dalam hati. Sampai sekarang, saat aku mengetik cerita ini, aku masih menyukainya. Entah kapan aku baru bisa melupakannya. Sudah hampir 3 tahun padahal...
Begitulah keempat kisahku dengan empat cowok yang berbeda. Empat juga cara yang kugunakan untuk memperjuangkannya. Namun, tidak satupun yang berhasil. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untukku. Kalau begitu kapan orang yang ditakdirkan untukku akan datang? Saat cinta kelima mendatangiku? Ataukah aku harus patah hati lagi dan menunggu datangnya cinta berikutnya? Hah........
Kisah cinta yang pertama, aku agak beruntung menurutku dibandingkan kisah cinta yang lainnya. Kami sampai pada tahap pacaran. Namun setelah 6 bulan, dia minta putus dengan alasan yang tidak bisa aku ingat sampai sekarang saking tidak jelasnya alasan tersebut. Aku menangis semalaman setelah peristiwa itu di kamarku. Aku baru bisa melupakannya 3 tahun kemudian setelah, akhirnya, memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya. Selama kami pacaran, jujur saja, aku tidak pernah mengatakan bahwa aku menyukainya. Mungkin hal ini yang menyebabkan kami putus? Dan mungkin juga hal ini yang menyebabkan aku tidak bisa melupakannya sampai dengan 3 tahun lamanya.
Kisah cinta yang kedua, kami hanya sampai pada tahap berteman. Selama masa berteman itu dia selalu memberikan lampu hijau kepadaku hingga akhirnya aku pun berharap dan siap menyatakan cinta. Namun belum sempat aku menyatakan cinta, teman dekatku yang satu kelas dengannya datang kepadaku membawa kabar bahwa dia telah jadian dengan gadis lain yang juga satu kelas dengannya. Aku kaget sekali mendengarnya. Padahal baru dua hari yang lalu dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak rela kalau aku dekat dengan temannya jadi tidak mungkin dia menjodohkan aku dengan temannya itu. Sekali lagi kisah cintaku berakhir. Aku menangis patah hati di kelas selama pelajaran berlangsung.
Kisah cinta ketiga, kali ini aku lebih aktif. Aku memberanikan diri untuk mencari tahu segala hal tentangnya, mengejarnya, dan akhirnya membuat rencana untuk menyatakan cinta kepadanya di hari ulang tahunnya. Akan tetapi, di hari ulang tahunnya itu dia kabur karena tahu akan rencanaku. Hari-hari berikutnya pun dia terus menghindariku setiap kali kami berpapasan. Berakhir lagi tanpa aku sempat menyatakan perasaanku. Kisah cintaku yang ini tidak terlalu menyedihkan menurutku, meskipun selama aku berusaha menarik perhatiannya itu aku sering sekali menangis karenanya. Akhirnya begitu lulus SMA dan kuliah aku malah bisa berteman dengannya dan sering mengobrol dengannya.
Kisah cinta keempat, yang baru-baru ini terjadi (bukan baru-baru juga sih, udah 3 tahunan jugalah kira-kira). Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya di hari pertama aku kuliah semester satu. Setelah mengetahui siapa dia, aku sadar bahwa hal ini adalah sebuah kesalahan untukku karena dia adalah senior yang sangat populer di kampus. Akan sangat sulit sekali menggapainya. Tapi syukurlah, di semester dua aku dekat dengan seorang teman yang juga dekat dengannya. Kumanfaatkan. Aku minta dikenalkan dengannya. Namun, sekali lagi, sayang sekali. Baru saja aku menemukan harapan baru, aku mendapatkan kabar lagi dari teman dekatku yang lain bahwa dia baru saja jadian dengan gadis lain. Sekali lagi aku menangis semalaman, patah hati untuk yang keempat kalinya. Teman dekatku yang juga dekat dengannya itu tahu bahwa aku menangis karena hal itu, dia kemudian marah-marah kepada cowok yang aku sukai itu karena telah membuat aku menangis. Karena hal ini dia jadi penasaran kepadaku. Tentu saja dia tidak tahu orang yang menangis itu aku karena temanku itu tidak memberitahu namaku kepadanya. Dia terus-menerus menanyakan “siapa orang yang menangis itu?” kepada temanku. Akan tetapi temanku tidak mau memberitahunya karena aku yang menyuruhnya demikian. Hingga akhirnya, karena hasutan temanku itu dan teman dekatku yang lain tadi, aku memberanikan diri mengirimkan sebuah puisi kepadanya. Puisi cinta tentang dirinya. Aku tidak mengharapkan apa-apa dari puisi itu. Aku hanya ingin dia tahu akulah “orangnya”. Esoknya, setelah aku mengirimkan puisi itu, kami bertemu di kampus. Sebenarnya aku sangat tidak mengharapkan hal ini terjadi karena aku merasa tidak punya muka untuk bertemu dengannya. Selama di kampus dia terus saja bolak-balik ke lobi, tempat aku dan teman-temanku itu duduk, dan terus melihatku. Mungkin dia sangat penasaran denganku, tapi hal itu benar-benar membuat jantungku tidak kuat. Akhirnya dia tahu, begitu pikirku di dalam hati. Sampai sekarang, saat aku mengetik cerita ini, aku masih menyukainya. Entah kapan aku baru bisa melupakannya. Sudah hampir 3 tahun padahal...
Begitulah keempat kisahku dengan empat cowok yang berbeda. Empat juga cara yang kugunakan untuk memperjuangkannya. Namun, tidak satupun yang berhasil. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untukku. Kalau begitu kapan orang yang ditakdirkan untukku akan datang? Saat cinta kelima mendatangiku? Ataukah aku harus patah hati lagi dan menunggu datangnya cinta berikutnya? Hah........
Kamis, 21 April 2011
Dear Diary
Dear diary
Hmm…. Hari ini aku menjalani kegiatan yang membosankan. Sekolah… belajar… berpura-pura dihadapan orang-orang yang disebut “teman”…. Dan kegiatan lainnya seperti hari-hari yang lalu.
Hah… bosan juga hidup seperti ini. Aku ingin sekali merubahnya. Tapi, gimana caranya yah, diary? Hmm… Menurutmu aku harus gimana ya?
Hah… benar-benar bingung.
Hmm… Sekarang jam sembilan malam. Ah… sudah waktunya tidur.
Kalo gitu, aku tidur dulu yah, diary. Besok malam kita sambung lagi obrolannya.
Bye…
Yuri
Dear diary
Hai! Sesuai janji. Aku datang.
Hari ini ada yang berbeda di kegiatanku. Aku senang sekali. Hari ini ada seorang “teman-ku” yang kecelakaan. Kami semua pergi menjenguknya ke rumah sakit. Keadaan dia parah sekali. Tetapi, aku berterima kasih kepadanya. Karena dia, hari ini tidak terasa membosankan. Aku pergi ke tempat yang sudah lama sekali ingin aku datangi, rumah sakit.
Hmm… kalau dia meninggal, berarti aku akan pergi ziarah ke tempat pemakaman, donk ya?? Wah… Ide bagus juga tuh pergi ke pemakaman. Kali aja aku melihat hal-hal aneh… semoga saja… hi… hi… hi…
Tapi diary, kenapa aku tetap saja merasa bosan yah??? Memang sih aku senang hari ini ada yang berubah, tetapi tetap saja terasa membosankan. Kenapa yah?
Hah… bingung!
Diary, menurutmu kenapa, ya?
Wah, tanpa terasa sudah jam sembilam lagi… aku harus tidur nih.
Bye diary, sampai jumpa besok. Doakan semoga aku bisa pergi ke pemakaman.
Yuri
Dear diary
DIARY! Kamu pasti tidak mendoakan aku. Hari ini aku tidak pergi kemana-mana. Hari-hariku kembali membosankan. Argh! Kenapa sih dia masih hidup juga hari ini? Padahal sudah tertabrak begitu parah? Ah… kesel!!
Pokoknya, besok harus ada hal baru.
Diary! Jangan lupa berdoa ya!!
Yuri
Dear diary
Diary! Tahu ga... Tahu ga!! ada yang baru loh. Senangnya... Ada seorang “teman-ku” lagi yang tiba-tiba gantung diri di toilet sekolah. Wah, aku kaget banget waktu pertama kali menemukannya. Ah, senang deh. Aku bisa pergi ke pemakaman.
Asyik!
Besok pake baju apa ya?
Oh iya, satu lagi diary. Aku melihat langsung lho pas dia mau gantung diri. Benar-benar menegangkan. Bikin deg-deg-an. Seru juga yah ternyata.
Ah, diary! Makasih ya doanya.
Senang deh ^.^
Wah! Udah jam sembilan lagi. waktu emang ga’ kerasa kalo lagi senang yah.
Aku tidur dulu yah.
Bye diary…
Yuri
Dear diary
Diary, hari ini aku sudah melihat hal yang seharusnya tidak boleh aku lihat!! Aku melihat seorang “teman-ku” yang lain mendorong hingga jatuh “teman-ku” yang lainnya dari lantai tiga gedung sekolahku. Aduh, deg-deg-an lagi. Orang-orang sekitarku aneh-aneh semua. Beberapa hari sebelumnya ada yang tertabrak mobil dan masih koma hingga sekarang. Lalu esoknya ada yang gantung diri. Setelah itu, hari ini ada pembunuhan. Mengerikan! Sungguh mengerikan. Hal mengerikan yang keren banget!
Hmm, aku mau nulis apalagi ya? Oh iya, hari ini aku pergi ke kantor polisi lho. Aku jadi saksi mata. Keren ga? Wah, hari-hariku tidak membosankan lagi. Benar-benar menyenangkan.
Lagi-lagi aku lupa waktu. Udah jam sembilan aja.
Ya udah kalo gitu diary. Aku tidur dulu yah.
Bye……
Yuri
Dear diary
Aku marah! Kenapa sih semua orang menuduhku melakukannya? Padahal kan, aku hanya merasa bosan. Kenapa mereka malah menuduhku yang tidak-tidak. Aku tidak pernah melakukannya. Aku tidak pernah menabrak temanku dengan mobil waktu hari senin pagi itu, aku ga’ pernah menggantung temanku yang sudah tidak sadarkan diri karena tercekik pada hari rabu pas istirahat siang itu, aku juga ga’ pernah menjebak temanku sehingga mendorong temanku yang lain dari gedung sekolah lantai tiga waktu pulang sekolah itu. Aku ga’ pernah melakukan apa-apa. Aku hanya merasa bosan.
Kamu sendiri tahu itu kan diary?
Kenapa mereka tidak mau percaya?
Menyebalkan!!
Mereka harus menerima akibatnya. Mereka harus diam!
Aku benar-benar marah!
Kalo gitu aku tidur dulu diary!!! Sekarang udah jam sembilan soalnya!!!
Yuri
Dear diary
Hari ini minggu. Tapi, aku tetap pergi ke sekolah karena ada kegiatan bersih-bersih. Lucu ya, padahal ada kejadian yang mengejutkan. Tetapi, sekolah tetap jalan.
Diary, tahu ga? Akhirnya mereka percaya juga. Akhirnya mereka tidak ngomong macam-macam lagi. Mereka ga’ akan pernah bicara lagi.
Ha... ha... ha... aku senang banget.
Kenapa yah mereka tiba-tiba berhenti bicara? Apa karena makanan yang aku berikan sudah meluluhkan hati mereka??? Ah, mungkin saja kan diary. Aduh! Aku baru ingat. Kalo tidak salah aku memasukkan sesuatu ke dalam makanan itu. Aku memasukkan apa ya?? Aduh, aku lupa. Ha... ha... ha... Hmm… Apa ya? Kalo ga’ salah sejenis racun tikus deh.
Ah, sudahlah! Lupakan saja. Yang penting mereka sudah diam.
Hah… senangnya. Tidak pernah aku sesenang ini. Seminggu ini benar-benar membuatku senang.
Oh iya! Tadi aku baru membaca sebuah buku. Buku tentang filsafat gitu. Katanya ada cara untuk menghilangkan penderitaan lho. Wah, kebetulan sekali kataku. Aku langsung membacanya dengan seksama. Terus ya diary, tahu ga’ apa katanya, cara menghilangkan penderitaan adalah dengan bunuh diri!! Itu Schopenhaeur lho yang ngomong.
Wah, keren banget. Pantesan yah “teman-ku” itu bunuh diri..
Hmm, sayangnya hari ini aku sedang tidak menderita. besok-besok deh. Kalo aku lagi menderita baru aku bunuh diri.
Aduh, lagi-lagi jam sembilan. Nah, aku tidur dulu ya diary.
Bye………..
Yuri
Seorang wanita setengah baya menagis tersedu-sedu setelah membaca sebuah buku harian berwarna biru. Dia memeluk buku itu dengan hati yang hancur berkeping-keping. Dia tidak percaya anak yang sangat dicintainya bisa seperti itu. Selama ini dia selalu menyangka bahwa anaknya adalah seorang anak perempuan yang manis, penurut, yang sangat menyayangi teman-temannya.
Seorang dokter wanita setengah baya juga, yang berwajah sangat lembut, menghampiri ibu itu.
“Dok…. Kenapa anak saya bisa seperti ini?? Saya tidak pernah salah mendidiknya. Saya selalu mengajarkan kedisiplinan kepadanya. Saya juga selalu mengajarkan untuk menjadi anak yang baik dan membuat bangga orang tua. Kenapa Yuri malah jadi seperti ini??” seru wanita setengah baya itu begitu sang dokter berdiri di dekatnya.
“Bagi Ibu, cara mendidik itu tidak salah. Tapi, bagi Yuri, itu mungkin berbeda. Membuat dia menjadi tertutup, terus memaksakan diri, dan selalu berpura-pura.” kata dokter itu lembut.
Wanita setengah baya itu terdiam mendengar kata-kata dokter itu.
“Yuri sudah tenang. Ibu sudah boleh melihatnya.” lanjut dokter itu.
Wanita setengah baya itu segera mengangguk dan kemudian masuk ke dalam kamar pasien. Seorang gadis yang terlihat sangat pucat, bernama Yuri, terbaring lemas di atas tempat tidur di kamar itu. Wanita itu kembali menangis begitu melihat keadaan anaknya. Dia langsung memeluk anak semata wayangnya itu.
“Maafin mama sayang… mama tidak akan mengulanginya lagi… mama akan mendengarkan apapun yang kamu katakan… Maafin mama… Maafin mama…” isak wanita itu.
Yuri terlihat seperti tidak mendengarkan perkataan Ibu-nya itu. Matanya terus menatap langit-langit kamar rumah sakit jiwa itu…
Dear diary
Hari ini aku merasa sangat menderita. Aku benar-benar muak dengan hidup ini. Aku bosan seperti ini. Membunuh semua teman-temanku hanya memberi kepuasan sementara. Kesepian tetap saja tidak mau beranjak.
Aku ingin mati!! Aku ingin bunuh diri!!!
Tapi, aku baru ingat sesuatu. Sepertinya ada yang terlewat olehku saat membaca buku filsafat kemaren. Oh iya! Ada cara lain lagi agar terbebas dari penderitaan. Kata schopenhaeur, cara lainnya yaitu menjadi gila. Apa aku memilih menjadi gila saja ya? Sepertinya menyenangkan juga.
Ha… ha… ha… ha…
Bye diary-ku tersayang……
Yuri
-THE END-
Langganan:
Postingan (Atom)